Logo

Mahasiswi Universitas Pamulang Kampus Serang Sukses Implementasikan Air Pencuci Tangan Otomatis di SMP Negeri 1 Carenang, Banten

Published on: 4 Agu 2025

Penelitian

Oleh: Ranti Imawati, Febiyana Firdaus, Ajeng Syafitri, Ade Sumaedi, S.T., M.Kom.

Serang, 27 Mei 2025 – Sekelompok mahasiswi dari Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang Kampus Serang, telah menyelesaikan kegiatan kerja praktek dengan sukses di SMP Negeri 1 Carenang, Serang, Banten. Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 11 Maret 2025 hingga 27 Mei 2025 ini mengambil tema “Rancangan dan Implementasi Air Pencuci Tangan Otomatis Menggunakan Arduino Uno untuk Mencegah Penyebaran Bakteri di Sekolah”. Kelompok kerja praktek ini terdiri atas Ranti Imawati (NIM 211091950025), Febiyana Firdaus (NIM 211091950013), dan Ajeng Syafitri (NIM 211091950045), yang dibimbing Oleh Dosen Pembimbing dari Dosen Sistem Komputer Kampus Serang yaitu Ade Sumaedi, S.T., M.Kom.


Latar Belakang Kegiatan

Dalam era modern, kesehatan dan kebersihan menjadi isu utama di lingkungan sekolah. Penyebaran bakteri dan virus dapat terjadi dengan mudah melalui interaksi fisik, terutama di tempat-tempat umum seperti wastafel cuci tangan. Untuk itu, dibutuhkan inovasi teknologi yang dapat membantu menjaga kebersihan tangan secara otomatis tanpa perlu menyentuh keran atau sabun secara langsung.

Mahasiswi Universitas Pamulang Kampus Serang melihat peluang ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. Dengan dukungan dosen pembimbing dan pihak sekolah, mereka merancang alat pencuci tangan otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno yang dapat mendeteksi kehadiran tangan secara otomatis dan mengeluarkan air serta sabun tanpa sentuhan.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan utama dari kegiatan kerja praktek ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan praktik hidup bersih di lingkungan sekolah, sekaligus mencegah penyebaran bakteri dan virus melalui tangan. Selain itu, alat ini juga dirancang untuk menghemat penggunaan air dan sabun, sehingga mendukung program efisiensi sumber daya di sekolah.

Manfaat dari implementasi alat ini sangat besar, antara lain:

  • Meningkatkan kebersihan tangan siswa dan guru tanpa perlu menyentuh keran atau dispenser sabun.
  • Mengurangi risiko penyebaran bakteri dan virus di lingkungan sekolah.
  • Menghemat penggunaan air dan sabun karena alat bekerja secara otomatis dan hanya mengeluarkan air saat dibutuhkan.
  • Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat.
  • Membantu sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan terutama di masa pandemi dan pasca pandemi.

Proses Perancangan dan Implementasi

Proses kerja praktek dimulai dengan observasi di SMP Negeri 1 Carenang untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi wastafel yang ada. Setelah itu, tim melakukan studi literatur dan diskusi dengan dosen pembimbing untuk menentukan komponen dan desain alat yang sesuai.

Alat pencuci tangan otomatis ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:

  1. Arduino Uno sebagai otak utama pengendali sistem.
  2. Sensor infrared proximity untuk mendeteksi kehadiran tangan.
  3. Pompa air untuk mengalirkan air secara otomatis.
  4. Dispenser sabun otomatis yang diaktifkan oleh sensor.
  5. Modul relay untuk mengontrol pompa air dan dispenser sabun.
  6. Power supply sebagai sumber daya alat.
  7. Housing atau casing untuk melindungi komponen elektronik.

Setelah semua komponen disiapkan, tim melakukan perakitan dan pengujian alat di laboratorium kampus. Setelah alat berhasil diuji, tim membawa alat ke SMP Negeri 1 Carenang untuk diinstalasi di area wastafel sekolah. Proses instalasi berlangsung lancar dengan bantuan guru dan staf sekolah. Tim juga memberikan sosialisasi dan pelatihan singkat kepada siswa dan guru tentang cara menggunakan alat serta manfaatnya.


Fitur dan Keunggulan Alat

Alat pencuci tangan otomatis ini memiliki beberapa fitur unggulan, antara lain:

  • Otomatisasi penuh: Alat bekerja secara otomatis saat tangan mendekati sensor.
  • Tanpa sentuhan: Pengguna tidak perlu menyentuh keran atau dispenser sabun, sehingga mengurangi risiko penyebaran bakteri.
  • Penghematan air dan sabun: Air dan sabun hanya keluar saat dibutuhkan, sehingga tidak terjadi pemborosan.
  • Mudah digunakan: Alat sangat mudah digunakan oleh siswa dan guru, bahkan untuk anak-anak sekolah dasar.
  • Ramah lingkungan: Penghematan air dan sabun mendukung program pelestarian lingkungan.

Respon dari Sekolah dan Siswa

Respon dari pihak sekolah dan siswa sangat positif. Kepala SMP Negeri 1 Carenang, Bapak Drs. H. Ahmad Fauzi, M.Pd., menyatakan apresiasinya terhadap inovasi yang dibawa oleh mahasiswi Universitas Pamulang Kampus Serang.

“Kami sangat berterima kasih atas inovasi yang dibawa oleh mahasiswi Universitas Pamulang. Alat ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan siswa di sekolah, terutama di masa seperti sekarang ini,” ujar Bapak Ahmad Fauzi.

Siswa-siswi SMP Negeri 1 Carenang juga antusias menggunakan alat ini. Mereka merasa lebih nyaman dan aman saat mencuci tangan, karena tidak perlu menyentuh keran atau dispenser sabun. “Alatnya keren banget, jadi nggak perlu pegang keran lagi. Jadi lebih bersih dan aman,” kata salah satu siswa kelas 8.


Tantangan dan Solusi

Selama proses kerja praktek, tim juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  • Keterbatasan waktu: Proses perancangan dan instalasi harus dilakukan dalam waktu yang terbatas.
  • Keterbatasan dana: Pembelian komponen elektronik membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
  • Penyesuaian dengan kondisi sekolah: Alat harus disesuaikan dengan kondisi wastafel yang ada di sekolah.

Namun, semua tantangan tersebut dapat diatasi dengan kerja sama tim, dukungan dosen pembimbing, dan bantuan dari pihak sekolah. Tim juga melakukan perbaikan dan penyesuaian alat sesuai kebutuhan di lapangan.

Evaluasi dan Hasil

Setelah alat diinstalasi dan digunakan selama beberapa minggu, tim melakukan evaluasi terhadap kinerja alat dan respon pengguna. Hasilnya, alat bekerja dengan baik dan mampu meningkatkan kebersihan tangan siswa serta menghemat penggunaan air dan sabun.

Tim juga melakukan pengukuran tingkat efisiensi penggunaan air dan sabun sebelum dan sesudah pemasangan alat. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan air dan sabun berkurang hingga 30% setelah alat diinstalasi.

Selain itu, tim juga melakukan survei kepuasan terhadap siswa dan guru. Hasil survei menunjukkan bahwa 95% responden merasa puas dengan alat ini dan menganggap alat ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan tangan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Kegiatan kerja praktek ini telah berhasil memberikan manfaat nyata bagi SMP Negeri 1 Carenang. Alat pencuci tangan otomatis berbasis Arduino Uno terbukti efektif dalam meningkatkan kebersihan tangan, mencegah penyebaran bakteri, dan menghemat penggunaan air serta sabun.

Tim merekomendasikan agar alat ini dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah lain, terutama di daerah yang membutuhkan inovasi teknologi untuk mendukung program kesehatan dan kebersihan. Selain itu, tim juga menyarankan agar dilakukan perawatan berkala terhadap alat untuk memastikan alat tetap berfungsi dengan baik.

Penutup

Proyek Air Pencuci Tangan Otomatis Menggunakan Arduino Uno yang dilaksanakan oleh mahasiswi Universitas Pamulang Kampus Serang di SMP Negeri 1 Carenang, Serang, Banten, telah membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan. Dengan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah, diharapkan inovasi serupa dapat terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, bersih, dan ramah teknologi.

Kontributor: Ranti Imawati, Febiyana Firdaus, Ajeng Syafitri (Universitas Pamulang Kampus Serang, Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Tahun  Ajaran 2024/2025).

Berita Relative