Logo

Pembutan Proyek Alat Pendeteksi Api Pada Ruang Perpustakan Menggunakan ESP32 Cam Di SMK Negeri 5 Kota Serang

Published on: 1 Agu 2025

Penelitian

 Oleh: Riesno Gunawan, Iqbal Ilahi, Abdau dan Ade Sumaedi, S.T., M.Kom

Sebagai bagian dari program Kerja Praktek Lapangan (KPL), sekelompok Mahasiswa Semester 7 Program Studi Sistem Komputer-S1 Universitas Pamulang Kampus Kota Serang Mulai Sabtu, 08-Maret-2025 Sampai Dengan 14-Juni-2025 telah menjalankan proyek inovatif di lingkungan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, tepatnya di SMK Negeri 5 , Kota Serang. Kegiatan ini berlangsung dalam pengawasan dan arahan dua pembimbing, yakni pembimbing akademik, Bapak Ade Sumaedi, S.T., M.Kom, serta pembimbing dari pihak instansi, Kepala Sekolah SMK Negeri 5, yaitu Bapak Firdaus., M.Pd, Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem pendeteksi api di perpustakaan sekolah dengan memanfaatkan teknologi berbasis mikrokontroler ESP32 Cam. Dimana Tiga mahasiswa yang berpartisipasi dalam proyek ini adalah:

  1. Riesno Gunawan, dengan judul proyek “Implementasi Alat Pendeteksi Api Pada Perpustakaan Menggunakan ESP 32 Cam di SMK Negeri 5 Kota Serang”,
  2. Iqbal Ilahi, dengan judul proyek “Analisis dan Evaluasi Alat Pendeteksi Api Pada Perpustakaan Menggunakan ESP 32 Cam di SMK Negeri 5 Kota Serang”,
  3. Abdau, dengan judul proyek “Alat Pendeteksi Api Pada Perpustakaan Menggunakan ESP 32 Cam di SMK Negeri 5 Kota Serang”.
  1. Latar Belakang Proyek

Kepedulian kami terhadap kebutuhan akan keamanan barang menjadi alasan utama proyek ini dilaksanakan. suasana perpustakaan yang nyaman sangat mendukung proses belajar-mengajar serta minat baca siswa. Namun, ruangan perpustakaan adalah tempat yang sangat banyak sekali terdapat barang-barang yang dapat dengan mudah terbakar , seperti buku-buku bacaan , koran , majalah , rak-rak yang terbuat dari kayu , karpet dan barang-barang yang lain yang dapat dengan mudah tersulut api, mengakibatkan efek yang sangat fatal bagi sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu solusi cerdas dan efisien untuk mendeteksi api secara otomatis, salah satunya dengan penerapan teknologi mikrokontroler ESP32 cam. ESP32 cam dipilih sebagai platform utama karena kemudahan penggunaannya, fleksibilitas pemrograman, serta kemampuan dalam menyediakan modul wifi yang dapat di intedrasikan dengan IOT Dalam proyek ini, sistem pendeteksi api bekerja berdasarkan api yang dideteksi oleh sensor Flame Detektor. Ketika api terdeteksi, system akan secara otomatis memberikan sinyal kepada mikrokontroler dan kemudian menyalakan lampu Led dan membunyikan Buzzer serta mengirimkan notifikasi pada SmartPhone.

B Ruang Lingkup dan Pelaksanaan Proyek

Penerapan proyek ini mencakup proses desain sistem, perakitan komponen, pengujian awal,pemrograman logika kontrol, dan integrasi dengan perangkat keras. Mahasiswa melakukan pembagian tugas secara terstruktur, di mana Riesno Gunwan fokus pada aspek implementasi teknis dan integrasi perangkat, Abdau lebih menekankan pada tahapan perancangan sistem secara menyeluruh, serta Iqbal Ilahi bertanggung jawab terhadap proses pengujian dan evaluasi hasil sistem. Selama proses kerja praktik, para mahasiswa melakukan serangkaian observasi terhadap kondisi lingkungan perpustakaan dan melakukan konsultasi dengan penanggung jawab perpustakaan dan petugas perpustakaan sekolah untuk menentukan peletakan alat pendeteksi api yang optimal. Setelah lokasi peletakan ditetapkan, dilakukan pemasangan sistem dan pengujian lapangan.

C. Teknologi dan Komponen yang Digunakan

Sistem ini mengandalkan beberapa komponen utama, yaitu:

1. ESMP 32 Cam sebagai mikrokontroler pusat yang menjalankan logika program,

2. Sensor Flame Detektor untuk Mendeteksi api pada ruangan,

3. Buzzer digunakan sebagai alarm yang berbunyi yang bertanda bahwa api berhasil terdeteksi,

4. Lampu Led berfungsi sebagai indicator atau penanda jika api berhasil terdeteksi,

5. Power sebagai sumber daya sistem,

6. Breadboard dan kabel jumper untuk menyusun rangkaian elektronik sementara.

7. Smart Phone kami gunakan sebagai media IOT penerima notifikasi bahwa alat tersebut berhasil

    mendeteksi api

ESP 32 Cam diprogram menggunakan Arduino IDE, dengan bahasa pemrograman berbasis C/C++. Program dirancang untuk mendeteksi Api dengan jarak yang telah ditentukan sebelumnya, Jika sensor mendeteksi adanya api maka system akan secara otomatis mengirimkan sinyal kepada mikrokontroler kemudian menhiduplan lampu Led dan Buzzer serta mengirimkan notifikasi pada Smartphone.Buzzer serta mengirimkan notifikasi pada Smartphone.



D. Manfaat Proyek Bagi Sekolah

            Hasil dari proyek kami ini memberikan manfaat untuk sekolah baik secara langsung maupun berkelanjutan, dimana proyek kami ini dapat membantu memantai kemanan pada ruang perpustakaan khususnya dan scara otomatis mengirimkan notifikasi melalui smartphone apabila alat mendeteksi adanya api pada ruangan tersebut. Selain itu proyek kami juga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran parah pada area yang terpasang alat pendeteksi api tersebut. Tidak hanya disitu proyek kami juga dapat stanby selama 24 jam disekolah tanpa harus melakukan mengecekan manual dan dapat bertahan tanpa gangguan apapun terkecuali padam listrik pada area tersebut

            Selain itu, proyek ini juga dapat dijadikan sebagai sarana edukatif bagi siswa-siswi untuk mengenal teknologi mikrokontroler dan dasar-dasar otomatisasi. Sekolah diharapkan dapat menjadikan proyek ini sebagai bahan ajar tambahan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

E. Evaluasi dan Hasil Uji Sistem

            Setelah pemasangan system selesai, dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa system berjalan sesuai harapan. Pengujian ini delakukan selama beberapa hari dalam ruang tersebut. Hasil pengujian menunjukan bahwa system mampu mendeteksi akan adanya api dalam skala tertentu dengan cepat dan mengaktifkan alarm Buzzer , menghidupkan lampu Led dan memberikan notifikasi pada SmartPhone. Evaluasi dari pihak sekolah pun cukup positif. Kepala sekolah, guru, dan siswa menyambut baik hasil proyek ini karena benar-benar memberikan dampak nyata terhadap keamanan ruangan dan dapat membantu memberikan peringatan secara berkala. Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh konkret dari penerapan ilmu teknologi informasi dan elektronika dalam kehidupan sehari-hari. 



F. Respon dari Pihak Sekolah

Pemberitaan mengenai proyek ini mendapat perhatian dari kalangan internal sekolah, dimana keberhasilan para mahasiswa dalam menerapkan teknologi berbasis IOT di lingkungan sekolah menengah. Kepala sekolah, dalam wawancaranya dengan tim, menyampaikan harapannya agar proyek serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan dalam skala yang lebih luas, seperti Pendeteksi api di ruang kelas, laboratorium, dan ruang guru. Mahasiswa juga memperoleh apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai mampu memberikan kontribusi nyata melalui penerapan teknologi yang relevan dan solutif terhadap masalah yang ada. Proyek ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dapat menciptakan solusi cerdas dan inovatif.

G. Penutup dan Harapan Ke Depan

Kegiatan Kerja Praktek Lapangan ini tidak hanya berhasil dalam menyelesaikan proyek teknis, namun juga memberikan pengalaman berharga dalam hal kerja tim, manajemen proyek, serta komunikasi dengan instansi luar kampus. Ketiga mahasiswa yang terlibat telah menunjukkan dedikasi dan kompetensi yang baik dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem otomatis Pendeteksi api berbasis IOT. Harapannya, proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan teknologi serupa guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Selain itu, kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah pengembangan soft skills dan hard skills mahasiswa secara simultan. Proyek ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan mikrokontroler sederhana seperti ESP 32 Cam dapat memberikan manfaat nyata, apabila dirancang dengan tujuan yang tepat dan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa, pembimbing, dan pihak sekolah. Melalui sinergi ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi lokal yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital.

Berita Relative