Pembuatan Proyek Pengontrol Suhu Ruangan Perpustakaan Otomatis Menggunakan Arduino UNO R3 di SMP Negeri 1 Carenang
Published on: 31 Jul 2025

Penelitian
Oleh: Haris Priazun, Toni Rahmat Wahyu, Sri Rejeki, dan Ade Sumaedi, S.T., M.Kom
Sebagai bagian dari program Kerja Praktek Lapangan (KPL), sekelompok Mahasiswa Semester 7 Program Studi Sistem Komputer-S1 Universitas Pamulang Kampus Kota Serang Mulai Sabtu, 08-Maret-2025 Sampai Dengan 14-Juni-2025 telah menjalankan proyek inovatif di lingkungan pendidikan Sekolah Menengah Pertama, tepatnya di SMP Negeri 1 Carenang, Kabupaten Serang. Kegiatan ini berlangsung dalam pengawasan dan arahan dua pembimbing, yakni pembimbing akademik, Bapak Ade Sumaedi, S.T., M.Kom, serta pembimbing dari pihak instansi, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Carenang, yaitu Bapak Supadiyo Raharjo, S.Mat. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem otomatisasi pengontrol suhu ruangan di perpustakaan sekolah dengan memanfaatkan teknologi berbasis mikrokontroler Arduino UNO R3. Dimana Tiga mahasiswa yang berpartisipasi dalam proyek ini adalah:
- Haris Priazun, dengan judul proyek “Implementasi Pengontrol Suhu Ruangan Perpustakaan Otomatis Menggunakan Arduino UNO R3 di SMP Negeri 1 Carenang”,
- Toni Rahmat Wahyu, mengusung judul “Rancangan Pengontrol Suhu Ruangan Perpustakaan Otomatis Menggunakan Arduino UNO R3 di SMP Negeri 1 Carenang”,
- Sri Rejeki, yang mengangkat tema “Analisis dan Evaluasi Pengontrol Suhu Ruangan Perpustakaan Otomatis Menggunakan Arduino UNO R3 di SMP Negeri 1 Carenang”.
A. Latar Belakang Proyek
Kebutuhan akan kenyamanan dalam ruang belajar dan membaca menjadi alasan utama proyek ini dilaksanakan. Suasana perpustakaan yang nyaman sangat mendukung proses belajar-mengajar serta minat baca siswa. Namun, kondisi ruangan yang sering kali menjadi terlalu panas atau pengap akibat kurangnya sistem pengaturan suhu otomatis menimbulkan ketidaknyamanan bagi para siswa dan guru. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu solusi cerdas dan efisien untuk mengatur suhu ruang secara otomatis, salah satunya dengan penerapan teknologi mikrokontroler Arduino.
Arduino UNO R3 dipilih sebagai platform utama karena kemudahan penggunaannya, fleksibilitas pemrograman, serta kemampuan dalam mengintegrasikan berbagai sensor dan aktuator. Dalam proyek ini, sistem pengontrol suhu bekerja berdasarkan data yang diperoleh dari sensor suhu dan kelembaban DHT11. Ketika suhu ruangan melampaui ambang batas tertentu, sistem akan secara otomatis mengaktifkan kipas angin atau ventilasi untuk menjaga kestabilan suhu.
B. Ruang Lingkup dan Pelaksanaan Proyek
Penerapan proyek ini mencakup proses desain sistem, perakitan komponen, pengujian awal, pemrograman logika kontrol, dan integrasi dengan perangkat keras. Mahasiswa melakukan pembagian tugas secara terstruktur, di mana Haris Priazun fokus pada aspek implementasi teknis dan integrasi perangkat, Toni Rahmat Wahyu lebih menekankan pada tahapan perancangan sistem secara menyeluruh, serta Sri Rejeki bertanggung jawab terhadap proses pengujian dan evaluasi hasil sistem.
Selama proses kerja praktik, para mahasiswa melakukan serangkaian observasi terhadap kondisi lingkungan perpustakaan dan melakukan konsultasi dengan guru dan staf sekolah untuk menentukan parameter suhu optimal. Setelah parameter ditetapkan, dilakukan pemasangan sistem dan pengujian lapangan.
C. Teknologi dan Komponen yang Digunakan
Sistem ini mengandalkan beberapa komponen utama, yaitu:
- Arduino UNO R3 sebagai mikrokontroler pusat yang menjalankan logika program,
- Sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembaban udara ruangan,
- Kipas DC yang dikendalikan melalui relay module sebagai aktuator pengatur sirkulasi udara,
- LCD 16×2 untuk menampilkan informasi suhu dan status sistem secara real-time,
- Power supply sebagai sumber daya sistem,
- Breadboard dan kabel jumper untuk menyusun rangkaian elektronik sementara.
Arduino UNO R3 diprogram menggunakan Arduino IDE, dengan bahasa pemrograman berbasis C/C++. Program dirancang untuk membaca nilai suhu setiap 5 detik dan membandingkannya dengan ambang batas suhu maksimum yang telah ditentukan sebelumnya. Jika suhu melebihi nilai tersebut, kipas akan menyala secara otomatis dan akan mati kembali jika suhu turun di bawah ambang minimum.
D. Manfaat Proyek Bagi Sekolah
Proyek ini memberikan banyak manfaat langsung maupun tidak langsung bagi SMP Negeri 1 Carenang. Salah satunya adalah peningkatan kenyamanan lingkungan belajar, khususnya di ruang perpustakaan yang merupakan tempat kegiatan literasi berlangsung. Sistem pengatur suhu otomatis ini mengurangi kebutuhan intervensi manual dalam menyalakan dan mematikan kipas, sehingga lebih efisien dalam penggunaan energi listrik dan waktu.
Selain itu, proyek ini juga dapat dijadikan sebagai sarana edukatif bagi siswa-siswi untuk mengenal teknologi mikrokontroler dan dasar-dasar otomatisasi. Sekolah diharapkan dapat menjadikan proyek ini sebagai bahan ajar tambahan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
E. Evaluasi dan Hasil Uji Sistem
Setelah pemasangan sistem selesai, dilakukan serangkaian pengujian untuk memastikan bahwa sistem berjalan sesuai harapan. Pengujian dilakukan selama beberapa hari dalam berbagai kondisi suhu ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu merespons perubahan suhu dengan cepat dan mengaktifkan kipas secara otomatis saat suhu ruangan meningkat melebihi 30°C. Evaluasi dari pihak sekolah pun cukup positif. Kepala sekolah, guru, dan siswa menyambut baik hasil proyek ini karena benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan ruangan dan efisiensi penggunaan energi listrik. Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh konkret dari penerapan ilmu teknologi informasi dan elektronika dalam kehidupan sehari-hari.
F. Respon dari Pihak Sekolah
Pemberitaan mengenai proyek ini mendapat perhatian dari kalangan internal sekolah, dimana keberhasilan para mahasiswa dalam menerapkan teknologi berbasis Arduino di lingkungan sekolah menengah. Kepala sekolah, dalam wawancaranya dengan tim, menyampaikan harapannya agar proyek serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan dalam skala yang lebih luas, seperti pengaturan suhu ruang kelas, laboratorium, dan ruang guru.
Mahasiswa juga memperoleh apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai mampu memberikan kontribusi nyata melalui penerapan teknologi yang relevan dan solutif terhadap masalah yang ada. Proyek ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dapat menciptakan solusi cerdas dan inovatif.
G. Penutup dan Harapan Ke Depan
Kegiatan Kerja Praktek Lapangan ini tidak hanya berhasil dalam menyelesaikan proyek teknis, namun juga memberikan pengalaman berharga dalam hal kerja tim, manajemen proyek, serta komunikasi dengan instansi luar kampus. Ketiga mahasiswa yang terlibat telah menunjukkan dedikasi dan kompetensi yang baik dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem otomatis pengontrol suhu berbasis Arduino.
Harapannya, proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan teknologi serupa guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Selain itu, kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah pengembangan soft skills dan hard skills mahasiswa secara simultan.
Proyek ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan mikrokontroler sederhana seperti Arduino UNO R3 dapat memberikan manfaat nyata, apabila dirancang dengan tujuan yang tepat dan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa, pembimbing, dan pihak sekolah. Melalui sinergi ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi lokal yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital.




